Konsumsi fast food sebagai faktor risiko terjadinya obesitas pada remaja

Dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini ada hubungan yang signifi kan antara konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada anak SD di Kota Manado. Am J Clin Nutr Sayangnya porsi harian dari buah dan sayur tersebut belum memenuhi kebutuhan asupan serat sesuai dengan angka yang dianjurkan.

Frekuensi konsumsi soft drink yang tinggi berisiko untuk kenaikan berat badan sebesar 1,6 kali. Lingkungan Faktor lingkungan ternyata juga mempengaruhi seseorang untuk menjadi gemuk.

Terdapat perbedaan dalam pembentukan kebiasaan makan anak apabila seorang ibu dalam keluarga juga berperan sebagai pencari nafkah. Mahdiah, Hadi H, Susetyowati.

KONSUMSI FAST FOOD DAN SOFT DRINK SEBAGAI FAKTOR RISIKO

Sumber pesan selain melalui pembicara sebagai penyampai, juga dapat melalui media, elektronik, buku bacaan, leaflet serta modul. Int J Obes Jurnal Gizi Klinik Indonesia ;5 3: Am J Clin Nutr ;78 6: Perubahan pola makan dan aktifitas fisik ini berakibat semakin banyaknya penduduk golongan tertentu mengalami masalah gizi lebih berupa kegemukan dan obesitas.

Makin tinggi tingkat pendidikan maka pendapat pun akan semakin tinggi. The Bogalusa Heart Study. Universitas Hasanuddin, Makassar. Ada beberapa cara penanggulangan yang bisa kita lakukan seperti: Survei pemeriksaan kesehatan dan nutrisi nasional tahunan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC menemukan bahwa 1 diantara 3 anak Amerika mengalami kegemukan atau berada dalam risiko menjadi gemuk.

Adanya hubungan antara asupan total energi yang lebih dengan obesitas ini juga dikemukakan oleh penelitian sebelumnya 35 yang menjelaskan bahwa konsumsi asupan total energi yang berlebihan dapat menyebabkan risiko obesitas sebesar 3,8 kali. Le Cirano. Diet tinggi serat telah mendapat perhatian besar dalam beberapa tahun terakhir disebabkan karena hubungannya dengan peningkatan insiden hipertensi, diabetes, obesitas, penyakit jantung dan kanker usus.

Hal ini sejalan dengan penelitian di Amerika 20 yang menyebutkan bahwa peningkatan berat badan berhubungan dengan peningkatan konsumsi fast food dan soft drink. Available from: Murti B. Prevalence of obesity, overweight, and underweight in Qatari adolescents.

Biomed Journal, 4, 1— Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 11 4— Aktivitas Fisik Aktivitas fisik aktif berupa aktivitas yang rutin, merupakan bagian penting dari program penurunan berat badan. Fast food merupakan jenis makanan dengan kandungan kalori dan lemak jenuh yang tinggi yang akan berdampak pada peningkatan berat badan yang tidak ideal sebagai pemicu terjadinya obesitas dan akan berdampak pada timbulnya gangguan sistem kardiovaskuler pada masa datang Increasing consumption of sugar sweeted beverage among US adults to Dari hasil tersebut ada kecenderungan bahwa remaja SMA Batik I Surakarta yang sering mengkonsumsi fast food memiliki berat badan yang berlebih overweight Pihak sekolah dapat melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan ketersediaan makanan yang bergizi seimbang dan aman di kantin sekolah maupun penjaja makanan di sekitar sekolah.

International Journal of Obesity on line. Diet, physical activity, and sedentary behaviors as risk factors for overweight in adolescence. Jurnal Gizi Klinik Indonesia ;1 3: Asian Med J ; Sktipsi tidak diterbitkan.

Effects of fast-food consumption on energy intake and diet quality among children in a national household survey. Uang saku yang besar memungkinkan seseorang untuk membeli dan mengonsumsi makanan lebih banyak ragamnya baik jenis, jumlah, dan frekuensinya.SOSIAL EKONOMI, KONSUMSI FAST FOOD DAN RIWAYAT OBESITAS SEBAGAI FAKTOR RISIKO OBESITAS REMAJA Socio-Economic, Fast Food Consumption and Obesity History as A Risk Factors of AdolescentAuthor: Rifai Ali, Nuryani Nuryani.

pola konsumsi fast food dan serat sebagai faktor gizi lebih pada remaja Article (PDF Available) · July with 1, Reads DOI: /ujph.v5i Konsumsi Fast Food Sebagai Faktor Terjadinya Obesitas pada Remaja Usia Tahun (Studi kasus di SMUn 3 Semarang).

Media Medika Muda (on line) ;3 Media Medika Muda (on line) ;3 Faktor Risiko Frekuensi Fast Food Terhadap Risiko Kegemukan pada Remaja SMU Batik 1. • Jurnal Gizi Klinik Indonesia, Vol.

11, No. 4, April Ayu Rafiony, dkk: Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja.

Edukasi Gizi Pada Remaja Dengan Obesitas

g virgianto a a p, g virgianto a a p () konsumsi fast food sebagai faktor risiko terjadinya obesitas pada remaja usia tahun (studi kasus di smu n 3 semarang). Undergraduate thesis, Faculty of. Faktor-faktor risiko yang dapat menpengaruhi terjadinya obesitas pada remaja adalah pola.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA Download Latar belakang: Faktor penyebab obesitas pada remaja bersifat multifaktorial.

Konsumsi fast food sebagai faktor risiko terjadinya obesitas pada remaja
Rated 0/5 based on 73 review